Wednesday, May 20, 2015

Cerita Dewasa Aku Di Perawani Sama Satpam


Cerita Dewasa Aku Di Perawani Sama Satpam - Tanah Sunda sudah dikenal dengan gadis cantiknya sejak dari dulu. Bahkan konon di jaman penjajahan Belanda banyak tuan-tuan pemilik perkebunan yang mengawini wanita Sunda di sekitar lokasi perkebunan untuk dijadikan istrinya. Aku mengenal Titin dari hobi jalan malam di sekitar SM-Merdeka dan Siliwangi-Sukasari di Bogor. Ketika sedang nongkrong di Wartel dekat pintu masuk Taman Topi ada wanita yang mondar-mandir didekatku. Dia mengenakan pakaian seragam sebuah pabrik. Kukira dia lagi nunggu temannya. Tidak lama kemudian ada seorang wanita lagi yang datang dan mendekatinya. Mereka bicara dengan suara keras dan nada tinggi seperti sedang memperdebatkan sesuatu. Aku tidak mau ikut campur dengan pembicaraan mereka. Toh aku juga tidak tahu ujung pangkalnya. baca juga Cerita Dewasa Indahnya Memeluk Tante Gendut


ngentot satpam

ngentot satpam nungging


Setelah dilerai oleh Satpam, wanita yang datangnya belakangan akhirnya pergi dengan masih tetap memaki-maki wanita pertama dalam bahasa Sunda. Aku yang hanya sedikit tahu bahasa Sunda masih belum bisa sepenuhnya menangkap apa yang sedang terjadi di dekatku. Aku mulai tertarik dan memperhatikan mereka. Wanita pertama tadi hanya diam saja, meskipun raut mukanya menunjukkan kekesalan. Kudekati dan kutanya,

"Kenapa Teh, maaf kelihatannya lagi berantem. Apa sih masalahnya?"

"Nggak pa-pa kok. Dia menuduhku ada hubungan dengan suaminya. Padahal aku berhubungan dengan suaminya hanya sebatas urusan pekerjaan," katanya.

"Ya sudah, teteh kelihatannya masih kesal. Minum es dulu yuk biar tenang," kuajak dia untuk duduk minum di kafe yang banyak terdapat di sana.

Kami pesan es buah. Kutawarkan untuk makan tapi dia menolaknya.

"Terima kasih Aa. Saya teh sudah nggak ada nafsu makan dan lagian masih kenyang," katanya halus.

Akupun maklum saja. Mungkin setelah bertengkar tadi meskipun perut lapar jadi tidak ada selera makan. Setelah pesanan kami datang, ia mengaduk gelasnya perlahan-lahan dengan sendoknya.

"Sudah tenang sekarang. Kalau boleh tahu, apa sih masalah sebenarnya?" tanyaku.

"Saya memang belakangan ini sering jalan dengan suaminya untuk urusan pekerjaan. Eh dianya cemburu ketika ketemu kami di Cibinong," jawabnya.

"Kan bisa dijelasin ama suaminya?"

"Sudah, tapi dia nggak terima. Dibilang saya gatel, wanita murahan dan lain-lainnya. Daripada saya ladenin, nanti jadi makin rame saya tinggal pulang aja ke kantor. Eh dia belum puas dan telpon ke kantor. Katanya tungguin nanti malam di Wartel sini agar bisa selesai. Sampai di sinipun saya masih dimaki-maki. Untung dilerai sama Satpam".

Akhirnya aku tahu dia bernama Titin dan bekerja sebagai supervisor produksi di salah satu pabrik tekstil yang memang banyak terdapat di sekitar Cibinong. Rumahnya di sekitar Biotrop. Suaminya minggat dengan perempuan lain enam bulan lalu. Jadi statusnya sekarang menggantung. Janda tidak, bersuamipun tidak juga. Dia belum punya anak. Janda kembang gantung, pikirku. Badannya ramping cenderung kurus, kulitnya bersih dengan dada membusung di balik seragamnya. Ada keindahan tersendiri melihat seorang wanita dalam pakaian seragam. Eksotis.

Entah kenapa kalau ketemu wanita seringkali statusnya janda. Tapi sebenarnya akupun tidak mau merusak keperawanan seorang gadis. Bagiku berat bebannya. Lebih enjoy dengan janda atau gadis yang sudah tidak perawan. Tidak usah mengajari lagi.

"Aku mau pulang, tapi pikiranku suntuk. Dibawa tidurpun pasti nggak mau," katanya lagi.

"Kalau gitu kita jalan ke Puncak aja yuk. Menenangkan pikiran," ajakku.

"Boleh, tapi jangan kemalaman ya!"

"Nggak, kan rumahmu juga nggak terlalu jauh ke Puncak".

Aku mulai berpikir, pasti kami nggak akan kemalaman, paling-paling kepagian. Kamipun segera menghabiskan minuman dan segera berangkat ke Puncak. Sampai di daerah Cibogo, ia minta turun dan mengajak berjalan kaki menyusuri jalan raya. Para GM yang sedang menjerat mangsa menawarkan penginapan pada kami. Aku hanya menatap Titin dan ternyata dia cuek aja dengan tawaran GM tadi.

Dinginnya udara Puncak mulai terasa. Ia mulai kedinginan dan mendekapkan kedua tangannya di dadanya.

"Dingin?" tanyaku.

Titin hanya mengangguk saja. Sambil jalan kulingkarkan tangan kiriku pada bahu kirinya. Ia menggelinjang sedikit, sepertinya menolak pelukanku. Tapi tanganku tetap dibiarkan di bahunya. Bahkan tangan kanannya melingkar di pinggangku dan mencubitku. Aku menggerakkan pinggulku sedikit kegelian. Sampai di depan sebuah wisma kami berhenti.

"Masuk yuk!" ajakku.

"Mau ngapain. Katanya nggak sampai malam," jawabnya. Ada nada keraguan atau mungkin juga kepura-puraan.

"Ngapain aja terserah kita dong. Lagian kalau dua orang berbeda jenis masuk ke hotel ngapain?" pancingku.

"Tidur aja. Kamu merem, saya merem. Aman kan," katanya.

"Nggak mau. Kalau kamu merem aku melek, sebaliknya kalau kamu melek aku yang merem, supaya ada yang jaga," kataku melempar umpan semakin dalam.

"Ayo. Tapi kamu janji jangan macam-macam. Awas nanti," katanya mengancamku.

Dari suaranya umpanku sudah termakan. Tinggal tarik ulur tali saja agar ikannya tidak terlepas. Kami masuk ke dalam kamar. Kuperiksa sebentar kelengkapannya. Jangan sampai lagi tanggung room boy datang antar kekurangannya. Aku minta air putih saja untuk di dalam kamar. Meskipun udara dingin, aku yakin nanti pasti perlu minum. Titin masuk ke dalam kamar mandi dan sebentar kemudian terdengar suara air yang keluar dari jepitan pintu gua. Wsshh dan tak lama suara guyuran air.

Aku keluar kamar, berdiri di teras kamar sambil melihat suasana. Sepi, karena memang bukan week end. Aku masuk lagi ke dalam kamar. Kebetulan Titin pun keluar dari kamar mandi. Pintu keluar dan pintu kamar mandi berdekatan posisinya. Kupandangi wajah Titin, kupegang tangannya dan dengan sekali tarikan ia sudah ada dalam pelukanku. Ia sedikit meronta, tapi rasanya hanya penolakan pura-pura.

"Jangan.. Jangan!"

Kalau memang dia tidak mau, pasti kami berdua tidak akan sampai ke kamar ini. Kucium bibirnya yang tipis. Lemas sekali bibirnya sehingga terasa kenikmatan mulai menjalar, meskipun ia belum membalas ciumanku. Kulepaskan lagi ciumanku dan kutatap matanya.

"Aku mohon.. Jangan.. Jangan. Jangan disini sayang!" Ia mengakhiri kata-katanya dengan menyerbu bibir dan mukaku kemudian menarikku ke ranjang.

"To, aku merasa kesepian dan kedinginan. Kamu mau berikan kehangatan?"

Rasanya terbalik pertanyaan itu. Mestinya aku yang tanya apakah dia mau bercinta denganku.

"Pasti. Kita akan sama-sama puas malam ini".

"Terima kasih To. Aku.. Aku..".

Sambil berkata begitu ia langsung mencium bibirku. Akupun langsung membalas ciumannya. Bibir kami saling berpagut, lidah kami saling mendorong dan menjepit saling sedot. Cukup lama kami menikmatinya. Bibirnya memang benar-benar terasa sangat lemas sehingga dapat kupermainkan dan kuputar-putar dengan mulutku.

"Ayo puaskan aku sayang.. Ah. Ah." suaranya hanya mendesis ketika ciumanku berpindah turun ke leher dan daun telinganya.

Tangan kiriku mulai menjalar di pahanya. Kusingkapkan roknya, benar-benar mulus sekali pahanya. Kuremas-remas sampai ke pangkal pahanya. Ketika sampai di celana dalamnya, kutekankan jari tengahku ke belahan di tengah selangkangannya dan ku gesek-gesekkan.

"Ah sayang. Kamu nakal sekali".

Aku tidak menghiraukannya. Sementara itu tangan kananku meremas halus buah dadanya dari luar. Tangannya pun tak mau ketinggalan memegang bahkan mencengkeram keras kejantananku dari luar. Terasa sakit tapi aku dapat menikmatinya.

"Kita tidak akan kemalaman sekarang, tapi kepagian," bisikku menggodanya.

"Biarin aja, saya besok shift siang jam 3″.

Dengan ganasnya aku menciuminya, seperti seekor kucing yang sedang melahap dendeng. Tangannya bergerak ke bawah dan terus ke bawah. Ia membuka kancing bajuku dan melepasnya. Kini setiap jengkal tubuhku bagian atas tak luput dari ciumannya. Kemudian ia membuka resleting celanaku dan langsung mencengkeram penisku.

"Anto, punya kamu boleh juga. Tidak besar tapi keras sekali. Apa ada wanita lain yang pernah merasakannya?"

Pertanyaan itu lagi. Kenapa setiap wanita mau tahu apakah pria yang dikencaninya pernah tidur dengan wanita lain.

"Ada, aku bukan perjaka lagi," jawabku tenang, yang penting adalah apa yang terjadi sekarang ini. Dan lagi kelihatannya ia hanya sekedar bertanya tanpa mempedulikan jawabanku.

Belum selesai kata-kataku, ia telah mengocok dan kadang meremas kejantananku. Pintar sekali ia memainkan adik kecilku. Beberapa menit kemudian tegangan pada kejantananku sudah maksimal. Tiang bendera sudah tegak berdiri, siap untuk melaksanakan apel malam. Kudorong tubuhnya ke ranjang dan kemudian akupun langsung menerkam tubuhnya.

"Sabar sayang, buka bajunya dulu donk."

Kamipun membuka pakaian kami masing-masing. Setelah telanjang bulat, langsung kubaringkan ia. Kuciumi senti demi senti tubuh mulusnya. Dari atas ke bawah sampai kepada paha dalamnya. Kurenggangkan kedua pahanya. Tercium aroma khas yang dipunyai seorang wanita. Kurenggangkan labia mayora dan labia minoranya dengan jempol dan telunjukku.

"Ayo sayang.. Puaskan.. Aku.. Ya.. Ohh. Oohh." Kata-katanya terus meracau, apalagi ketika aku melahap habis biji kacangnya dengan mulutku, kadang kusedot, kuhisap, dan kugigit dengan lembut.

"Ah.. Ennak ssayang.. Kamu ppinnttarr. Ohh.. Oohh"

Aku sudah tidak mempedulikan kata-katanya. Aku makin asyik dengan mainanku. Kulepaskan mulutku dan kutindih dia. Kumasukkan jari tengah kiriku ke dalam lubang perlahan lahan. Tubuhnya meronta-ronta seperti orang kesetanan, kedua payudaranya bergoyang kencang. Aku pun meraih payudaranya itu. Dengan tangan kananku, kupelintir puting susunya yang sebelah kiri dan mulutku kini menggigit halus puting kanannya. Sementara jari kiriku tetap mengocok lubang vaginanya. Semakin cepat kocokanku, semakin cepat pula ia meronta.

Kuhentikan permainan tanganku dan kuarahkan kejantananku untuk memasuki liang kenikmatannya. Tanpa kesulitan aku segera menembus guanya. Terasa basah dan hangat. Kugerakkan pinggulku dan ia membalas dengan memutar pinggulnya dan menaik turunkan pantatnya mengimbangiku. Satu kakinya menjepit pahaku dan kaki lainnya dibuka lebar dan disandarkan ke dinding kamar. Kuciumi leher dan dadanya. Beberapa kali kugigit kecil kulit dadanya sampai meninggalkan bekas kemerahan.

"Ciumi leher dan pundakku! Aku sangat terangsang kalau dicium di situ," rintihnya.

Kuikuti kemauannya dan sampai akhirnya ia menggelinjang hebat, kedua tangannya mencengkeram keras kepalaku. Pinggulnya naik menjemput kejantananku. Kutekankan kejantananku dalam-dalam dan akhirnya ia mencapai orgasmenya. Ia terkulai lemas. Ditekan-tekannya pantatku ke bawah dengan tangannya.

Kemudian aku turun dari tubuhnya dan membiarkannya beristirahat sebentar. Setelah napasnya pulih ia naik ke atas tubuhku dan mulai mencium bibir, leher dan telingaku. Mulutku menghisap kedua payudaranya. Terkadang kugigit putingnya bergantian. Ia hanya mengeluh merasakan nikmatnya. Beberapa menit kemudian ia sudah terangsang lagi.

"Ayo sayang. Aku sudah siap memuaskanmu di babak kedua.."

"Kita lakukan dengan berdiri," kataku berbisik di telinganya. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

Kuangkat tubuhnya berdiri di samping ranjang. Kami masih saling berciuman dengan ganas. Ia kemudian mengangkat kaki kirinya ke atas ranjang, kudorong sedikit sampai ia mepet ke dinding kamar. Tangannya membimbing meriamku memasuki guanya. Pantatnya sedikit disorongkan ke depan dan perlahan lahan meriamku masuk, sampai..

Blesshh..

Semuanya sudah terbenam di dalam guanya. Oh hangatnya.

"Ayo sayang, goyang.. Sayang ohh.. Ohh"

Kedua tangannya memegang pantatku dan membantu gerakan pinggulku maju mundur. Rasanya nikmat sekali bercinta sambil berdiri. Badannya ia lengkungkan ke belakang sehingga meriamku dengan leluasa menobrak-abrik guanya. Pinggangnya juga bergerak-gerak mengimbangi gerakanku. Mulutku tetap melakukan aktivitas di bagian atas tubuhnya. Kadang berciuman, kadang menyedot dan mengulum putingnya. Cukup lama aku mengocoknya, akhirnya kupercepat kocokanku ketika kurasakan lahar panas akan keluar.

"Tin, oh.. Aku mau keluar. Di keluarin dimana nih ohh. Oohh".

"Tunggu sebentar. Aku juga mau keluar, ohh. Ooohh sama-sama ya sayang.. Ohh.. Di dalam aja nggak apa-apa. Ohh barengan yah."

Akhirnya kutumpahkan spermaku di dalam guanya. Aku mencapai klimaks duluan. Titin tidak bisa mencapai klimaks yang kedua meskipun ia masih berusaha menggerakkan pantatnya maju mundur karena meriamku sudah berangsur-angsur melemas dan akhirnya terlepas sendiri dari dalam guanya.

Kami rebah berdampingan di ranjang. Ia memelukku dan menciumku. Kuakui wanita satu ini memang luar biasa. Tidak dengan setiap orang aku dapat melakukannya dengan berdiri. Aku sudah coba. Tapi dengan Titin meskipun dia jauh lebih pendek dariku ternyata aku bisa melakukannya.

"Sorry Tin. Aku nggak tahan lagi. Nanti kita akan mulai lagi dengan santai dan saling menunggu sehingga bisa mencapai klimaks bersama-sama. Terima kasih ya sayang. Kamu benar-benar hebat."

"Nggak apa-apa. Aku sudah dapat duluan. Kamu juga hebat. Malam ini masih panjang. Kita tidak usah tidur sampai pagi supaya dahagaku terpuaskan".

Akhirnya sisa malam kami lalui dengan berpelukan. Ia tersenyum kemudian menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Malam itu kami masih melakukannya lagi tiga kali sampai pagi. Sekali kami lakukan di lantai beralaskan selimut. Ternyata ketika bermain di lantai kami bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Gairah kami seakan-akan meledak sampai seluruh badan terasa sakit dan ngilu. Tetapi setelah mandi pagi gairahku kembali menyala dan aku masih sempat sekali lagi bergumul dengannya.

Kami pulang dengan membawa kepuasan dan rasa lelah yang luar biasa. Seharian kuhabiskan dengan tidur-tiduran. Bahkan aku tidak sempat makan siang. Setelah itu aku masih sempat dalam dua pertemuan merasakan kehebatannya bercinta dalam posisi berdiri. Akhirnya dia pindah kos dan aku kehilangan jejak.




Cerita Dewasa Aku Di Perawani Sama Satpam

Cerita Dewasa Indahnya Memeluk Tante Gendut

Cerita Dewasa Indahnya Memeluk Tante Gendut - berikut ini cerita sex terbaru yang akan kita bahas di web ceritasange.org, semoga dengan cerita sex ngentot atau cerita ml dengan tante cantik dan montok ini bisa menhibur anda sekalian, dan langsung saja berikut cerita sex terbaru yang akan menggoda kita.


Namaku pras ,umur 21tahun tinggi 170 dan berat badanku 60kg .kejadian ini bermula ketika aku berkunjung ke rumah temenku .ketika ku ketuk pintunya yang membukakan pintu adalah istrinya dan dia udah tau maksud kedatanganku ."Wah mas anto lagi keluar pras" kata yeni .yeni adalah istri anto .dia mempunyai tubuh yang seksi ,putih ,payudara yg lumayan besar ."Kira-kira masih lama gak yen ?"Tanyaku ."Tunggu aja dulu cuma sebentar k


Cerita Dewasa Indahnya Memeluk

Cerita Dewasa Indahnya Memeluk


ok tadi katanya" jawab yeni sambil mempersilahkan saya masuk .dia kebelakang dan kembali keruang tamu sambil membawa segelas kopi .


"Ada perlu apa pras" tanyanya kepadaku dan aku jawab "gak ada perlu kok cuma mau maen aja" kami lama ngobrol ngalor ngidul .dia saat itu memakai daster pendek diatas lutut dan dada rendah tanpa lengan membuat pahanya kelihatan mulus putih bersih dan payudaranya itu waow banget .aku sudah tidak konsentrasi ngobrolnya dan yang ada dipikiranku cuma gimana bisa menyetubuhi yeni ini yang tidak lain adalah istri temenku sendiri .


Kami ngobrol sudah sangat jauh dan dia juga ngomongin masalah pribadi dia sama suaminya kalo mereka kurang puas sama hubungan ranjang mereka .mendengar itu hatiku pun riang gembira karena ada kesempatan untuk menyetubuhinya .penisku pun mulai menegang .dia mendekatiku dan bilang "pras aku ingin kamu" tanpa kujawab bibirku sudah melumat bibirnya .kami masih berada diruang tamu .kami berciuman lama sekali sampe lupa menutup pintu depan .aku melepaskan ciumannya dan bilang "kunci dulu pintunya yen" dia berdiri mengunci pintu dan kembali lagi mendekati saya .dia lalu menduduki saya yang masih duduk di atas sofa .


Lalu kami berciuman lagi .terasa vagina yeni yang masih terbungkus celana dalam menggesek-gesek penis saya yang masih terbungkus celana jeans .kami masih berciuman dan tangan saya memeluknya dengan erat sampe terasa payudaranya menempel di dadaku .saya melepaskan pelukanku dan tanganku yg kanan mulai meremas-remas payudaranya secara bergantian dengan masih terbungkus BH dan daster .lalu tangan saya menyusup ke dalam daster dan kembali meremasnya .aku melepas ciuman bibirnya dan pindah ke telinganya dan turun kelehernya .BHnya kulepas dan ku sentuh putingnya "ahh" desahnya lembut .aku menurunkan dasternya hingga sampe perut .


Tangannya melingkar di leherku dan ciumanku semakin turun sampe ke payudaranya .aku menciumi bagian pinggir payudaranya dan dia mendesah halus .lama aku bermain disitu terus kujilati putingnya "aahhh enaakk pras .terus pras"desahnya sambil tangan kirinya sudah mengelus-elus penis saya dari luar celana .lama saya bermain dengan putingnya secara bergantian .terus dia turun dari pangkuan saya dan dia jongkok di depan saya .tanpa dikomando yeni langsung membuka celana saya dan melepas celana saya .kini tinggal celana dalam dan dia mengusap-usap penis saya diluar celana dalam .dia membuka celana dalam saya dan langsung mengocok penis saya "kocok terus yen ,enak banget .ahh "begitu kataku dan yeni mendekatkan mulutnya ke kepala penisku dan langsung menjilatinya .


"Uuhhhh terus yen" .yeni langsung mengulum penis saya secara lembut .dia menaikturunkan mulutnya dan tangannya meremas-remas buah zakarku dan rasanya nikmat banget .aku merem melek dibuatnya .dia sesekali melirik ke arahku dan hanya kubalas dengan senyuman .dia terus mengulum penis saya .pertahanan saya hampir jebol akibat kuluman yeni dan saya mengangkat kepalanya dan kami kembali berciuman .saya mendudukkan yeni diatas sofa dan saya pindah posisi jongkok dihadapannya .yeni mengerti maksud saya dan dia mengangkangkan kakinya .saya mengusap-usap vaginanya di luar celana dalamnya .tak lama saya langsung melepas celana dalamnya .


Terlihatlah vagina yeni yang merah gemuk dengan bulu di atas vaginanya yang tercukur rapi bentuk segitiga .dan lubang anusnya yang bersih .jari saya mengusap-usap bibir luar vaginanya dan membuka bibir vagina yeni .saya masukkan jari saya ke vagina yeni ."Aahhh" desahnya .vaginanya sudah basah dengan cairan kewanitaan karena dia sudah terangsang sejak tadi .saya menemukan clitorisnya dan langsung saya jilat klitorisnya "aauuhh terus pras ,jangan pindah pras ,yang kenceng pras .aahhhhh" erangnya .saya terus menjilati clitorisnya dan jari saya terus mengobok-obok vaginanya .yeni terus mendesah-desah tanpa henti .


Saya mainkan clitorisnya dan saya jilati vaginanya .saya masukkan lidahku ke vaginanya ."Ahhh pras saya hampir sampe" dan tidak lama kemudian dia mengeluarkan banyak cairan "aahhhhhhhh praaassssss ennaaaakkkkkkk" dia mengejang dan menekan kepala saya ke dalam sampe saya susah nafas .saya menjilati cairannya sampe habis karena rasanya enak .saya biarkan yeni istirahat sebentar karena terlihat lemes ."saya belum keluar nih" kataku dan saya berdiri dan yeni langsung meraih penis saya dan langsung mengulumnya ."Saya masukkan ya yen" dia hanya mengangguk dan saya lepas kulumannya .dia masih mengangkang di atas sofa .


Dengan setengah jongkok saya gesek-gesekan penis saya dibibir vaginanya .bless penis saya masuk setengahnya ."Pelan-pelan pras penismu besar banget" jeritnya .saya diamkan sejenak dan kembali saya dorong dan masuk semuanya .dia teru mengerang tak karuan ."Uahh ahh uuhh ahh" saya keluar masukkan penis saya di vaginanya dan yeni terus mengerang ."Praasss enaa...aakkk .ter...uuss prraass aahhhh nikmat .semakin cepat kocokan penisku di vaginanya .sudah hampir 15menit belum ada tanda-tanda spermaku mau keluar .


Saya suruh yeni nungging dan dia nurut aja .dia nungging diatas sofa .saya tusuk dia dari belakang dan rasanya enak banget ."Aahhh" begitu penis saya masuk ke vaginanya .saya genjot dari belakang sambil jari saya bermain di lubang anusnya .hampir 10menit saya genjot dari belakang dan meremas-remas payudaranya ."Yen anal ya" tanyaku dan dia jawab "aku belum pernah pras" saya langsung lepas penisku dari vaginanya dan langsung mengarahkan penis saya kelubang anusnya .saya mendorong penisku ke anusnya "aauuuh pelan pras periihh"setelah masuk saya diamkan sejenak .kembali saya genjot anusnya .nikmat sekali rasanya "aahhh pras enakkk" lima menit saya genjot anusnya ada tanda-tanda mau keluar ."Yeenn mau keluar nihh ,aahhhhh" kataku ."Bareng prass aku juga mau keluar .aahhh"katanya sambil tangannya memainkan klitorisnya .croot crot crottt .spermaku keluar banyak banget dilubang anusnya .dia juga mengejang lalu ambruk disofa .penisku terlepas dari anusnya dan saya langsung memakai pakaian saya .yeni masih lemes disofa .setelah beberapa lama dia langsung merapikan pakaiannya dan saya langsung pamit pulang .sebelum pulang saya sempet ciuman sebentar .



Cerita Dewasa Indahnya Memeluk Tante Gendut

Tuesday, May 19, 2015

Monday, May 18, 2015

Sunday, May 17, 2015

Foto Hot Cewek Bispak SMU Lagi Rekahin Memek

Foto Hot Cewek Bispak SMU Lagi Rekahin Memek - Memeknya yang sudah merekah seolah siap untuk di sodok-sodok oleh kontol agan semua yang sudah ngaceng dari tadi dan gak sabar buat cepet-cepet masukin ke lubang memek, cewek bispak yang satu ini juga sangat doyan ngulum kontol sambil muncratin sperma di mulutnya, Kunjungi juga artike yang bikin agan semua jadi horny : Foto Bugil Cewek Bispak China Pamer Kemolekan Tubuh Mulus

ewe

ewe http://www.mediagratis.org/

Test Post from AbgMesum.Org - Foto Telanjang ABG Sange

Test Post from AbgMesum.Org - Foto Telanjang ABG Sange http://www.abgmesum.org